TEMAN DAN KODOK KEBERUNTUNGAN


“Maukah kalian melihat tarian baruku?” tanya Katie kepada kedua temannya, Sarah dan Abel. “Hey Katie, tarian aneh apa lagi yang mau kau tunjukkan kepada kami? Kami sudah bosan melihatnya,” jawab Abel. Dia memang tidak suka dengan Katie, dan hanya mau bermain dengan Sarah saja. Sarah tidak menjawab apa-apa. “Kalau begitu, maukah kalian mendengarkan ceritaku tentang kolam ini?” tanya Katie sambil menunjuk ke arah kolam yang ada di taman. “Cerita tentang apa itu?” tanya Sarah. “Kata Ayahku, konon dahulu kala seorang penyihir pernah tenggelam di kolam itu. Dan sampai sekarang, mayatnya tidak pernah ditemukan. Aku akan menunjukkannya kepada kalian,” kata Katie. Ia pun mulai masuk ke kolam dan berjalan ke arah tengah kolam. “Hahaha, apa yang kau lakukan, Katie aneh? Ayo Sarah, kita balik saja dari sini,” kata Abel. Ia pun menarik tangan Sarah dan meninggalkan Katie sendiri. Saat Sarah dan Abel sudah pergi, tiba-tiba Katie merasakan sesuatu memegang kakinya. Ia pun terkejut dan segera pergi ke pinggir kolam. Kemudian, dilihatnya seekor kodok yang masih menempel di kakinya. “Lepaskan kakiku, kodok jelek!” seru Katie. “Heh, berani-beraninya kau! Aku jauh lebih tua darimu,” tiba-tiba kodok tersebut berbicara. Katie terkejut. “Bagaimana seekor kodok dapat berbicara?” tanya Katie. “Tentu bisa. Aku bukan kodok biasa. Dulu, majikanku adalah seorang penyihir. Namun, suatu hari ia tercebur dan tenggelam di kolam ini. Sejak itu, aku hanya tertidur dan tadi kau membangunkanku. Kau bisa memnaggilku Glubbslyme. Siapa namamu, anak muda?” tanya Glubbslyme. “Namaku Katie. Senang bertemu denganmu, Glubbslyme. Maafkan aku sudah mengganggu tidurmu. Sekarang, aku akan balik ke rumahku,” kata Katie. “Bagaimana kau bisa meninggalkanku disini? Aku akan ikut denganmu,” kata Glubbslyme. Mereka pun kembali ke rumah Katie bersama.  Sesampainya di rumah, Katie mencoba untuk memandikan Glubbslyme karena menurutnya ia terlihat begitu kotor. “Ayo Glubbslyme, aku akan memandikanmu,” Katie memasukkan Glubbslyme ke dalam bak mandi. “Aku tidak akan mandi! Aku ingin keluar dari sini!” seru Glubbslyme. Ia pun lompat keluar dari bak mandi dan melompat kesana kemari hingga kamar mandi Katie menjadi sangat berantakan. “Kau sangat sulit diatur, Glubbslyme. Lihatlah! Ini semua gara-gara ulah kamu. Ayah pasti akan memarahiku,” kata Katie. Ia pun segera bergegas membersihkan semua bagian kamar mandi. Malam harinya, Katie membawa Glubbslyme ke tempat tinggalnya, yaitu pot halaman belakang. Ketika sedang asik berbincang dengan Glubbslyme, tiba-tiba ada yang memanggil Katie. “Apa yang sedang kau lakukan, Katie? Mengapa kau asik berbicara sendiri? Kau gila, Nak.” Ternyata itu adalah Tuan Baker, tetangga sebelah Katie. Katie tidak menyukai Tuan Baker, karena selalu menghina halaman belakang rumah Katie. “Lihat! Bunga-bunga apa ini? Kebunmu benar-benar berantakan!” seru Tuan Baker. Kemudian, ia mengambil bunga-bunga dari pot Katie dan menginjaknya. “Jangan lakukan itu Tuan!” seru Katie. Ia pun mulai menangis. Tiba-tiba, Glubbslyme membisikkan sesuatu ke telinga Katie. Ia pun mengangguk-angguk dan masuk ke dalam rumahnya. Keesokkan harinya, Katie mendengar teriakan keras dari halaman belakang Tuan Baker. Ia pun lari untuk melihatnya. Ketika ia tiba, ia terkejut. Beribu-ribu siput atau bahkan berjuta-juta siput menempel di semua tanaman Tuan Baker. “Tuan, apa yang telah terjadi? Saya akan membantu,” Katie pun mengambil pot kosong dan mulai membantu Tuan Baker mencabut siput-siput. Kemudian, ia teringat Glubbslyme. “Pasti ini akibat sihirnya,” pikir Katie. Ia pun mendatangi Glubbslyme dan meminta agar sihir tersebut dihilangkan. “Tidak semudah itu, Nak. Tuan Baker harus menerima akibat dari ulahnya yang telah merusak halamanmu,” kata Glubbslyme. “Tidak apa-apa, Glubbslyme. Aku akan memaafkannya. Sekarang, tolong hilangkan semua siput yang menjijikkan itu,” kata Katie. Glubbslyme pun kembali membacakan mantra sihirnya dan seketika siput-siput itu hilang semua. Keesokkan harinya, Katie kembali mendatangi Glubbslyme dan membawanya ke dapur untuk memberinya makan. Glubbslyme suka sekali makanan buatan Katie. “Glubbslyme, ada satu hal yang mau aku minta. Bisakah kau menggunakan sihirmu untuk membuat temanku sakit? Namanya Abel. Tetapi, hanya sakit yang kecil. Semacam bisul atau yang lain,” ujar Katie. Glubbslyme kembali membacakan mantranya. Keesokkan harinya, Katie mendapat kabar dari Sarah bahwa Abel terkena penyakit yang sangat aneh. Karena terkejut, ia pun segera mengunjungi rumahnya. Sesampainya di rumah Abel, Abel terkejut melihat kedatangan Katie. “Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya. “Bagaimana keadaanmu, Abel? Maafkan aku. Ini semua pasti kesalahanku. Aku lakukan ini semua karena aku membencimu,” kata Katie. Ia pun mulai menangis. “Sudahlah, jangan menangis. Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu. Aku begitu membencimu hingga aku meninggalkanmu di kolam sendirian dan pulang bersama Sarah. Maafkan aku,ya. Maukah kamu berbaikan denganku?” tanya Abel. Katie terkejut tetapi juga bahagia. “Ya, aku mau. Mulai sekarang, ayo kita bersahabat selayaknya seorang sahabat.” Mereka pun saling berpelukkan dan tertawa.


Komentar